Showing posts with label Sejarah Daerah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Daerah. Show all posts

Wednesday, February 26, 2014

Sejarah Kabupaten Bantul yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia dengan pahlawan-pahlawan mereka


Portal Newer - Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya. Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan. Antara lain, perlawanan Pangeran Mangkubumi di Ambar Ketawang dan upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret. Perjuangan Pangeran Diponegoro di Selarong. Kisah perjuangan pioner penerbangan Indonesia yaitu Adisucipto, pesawat yang ditumpanginya jatuh ditembak Belanda di Desa Ngoto. Sebuah peristiwa yang penting dicatat adalah Perang Gerilya melawan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman (1948) yang banyak bergerak di sekitar wilayah Bantul. Wilayah ini pula yang menjadi basis, "Serangan Oemoem 1 Maret" (1949) yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.


Tolok awal pembentukan wilayah Kabupaten Bantul adalah perjuangan gigih Pangeran Diponegoro melawan penjajah bermarkas di Selarong sejak tahun 1825 hingga 1830. Seusai meredam perjuangan Diponegoro, Pemeritah Hindia Belanda kemudian membentuk komisi khusus untuk menangani daerah Vortenlanden yang antara lain bertugas menangani pemerintahan daerah Mataram, Pajang, Sokawati, dan Gunung Kidul. Kontrak kasunanan Surakarta dengan Yogyakarta dilakukan baik hal pembagian wilayah maupun pembayaran ongkos perang, penyerahan pemimpin pemberontak, dan pembentukan wilayah administratif.

Tanggal 26 dan 31 Maret 1831 Pemerintah Hindia Belanda dan Sultan Yogyakarta mengadakan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah administratif baru dalam Kasultanan disertai penetapan jabatan kepala wilayahnya. Saat itu Kasultanan Yogyakarta dibagi menjadi tiga kabupaten yaitu Bantulkarang untuk kawasan selatan, Denggung untuk kawasan utara, dan Kalasan untuk kawasan timur. Menindaklanjuti pembagian wilayah baru Kasultanan Yogyakarta, tanggal 20 Juli 1831 atau Rabu Kliwon 10 sapar tahun Dal 1759(Jawa) secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya di kenal bernama Bantulkarang. Seorang Nayaka Kasultanan Yogyakarata bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro kemudian dipercaya Sri Sultan Hamengkubuwono V untuk memangku jabatan sebagai Bupati Bantul.

Tanggal 20 Juli ini lah yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Bantul. Selain itu tanggal 20 Juli tersebut juga memiliki nilai simbol kepahlawanan dan kekeramatan bagi masyarakat Bantul mengingat Perang Diponegoro dikobarkan tanggal 20 Juli 1825.Pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan berdasarkan pada Usamu Seirei nomor 13 sedangakan stadsgemente ordonantie dihapus. Kabupaten Memiliki hak mengelola rumah tangga sendiri (otonom). 

Kemudian setelah kemerdekaan, pemerintahan ditangani oleh Komite Nasional Daerah untuk melaksanakan UU No 1 tahun 1945. Tetapi di Yogyakarta dan Surakarta undang-undang tersebut tidak diberlakukan hingga dikeluarkannya UU Pokok Pemerintah Daerah No 22 tahun 1948. dan selanjutnya mengacu UU Nomor 15 tahun 1950 yang isinya pembentukan Pemerintahan Daerah Otonom di seluruh Indonesia.

Seiring dengan perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan silih bergantinya kepemimpinan nasional, kini ini Kabupaten Bantul telah mengalami kemajuan pesat diberbagai bidang dibawah kepemimpinan Drs. HM. Idham Samawi yang menjabat sejak akhir tahun 1999.

Bupati yang Pernah Memimpin Bantul

Membuka lembaran sejarah Bantul setelah Sri Sultan HB V mewisuda R.T. Mangku Negoro, yang pada intinya hampir sama dengan membuka perjalanan Bangsa Indonesia pada umumnya. Dari pemerintahan satu Bupati ke Bupati yang lain Bantul terus mengalami perkembangan dan dinamika. 

Adapun Bupati yang memimpin Kabupaten Bantul yaitu :

1. Raden Tumenggung Mangun Negoro 20 Juli 1831
2. Raden Tumenggung Jayadiningrat 1845 - 1851
3. Raden Tumenggung Tirtonegara 1851 - 1852
4. Raden Tumenggung Nitinegara 1852 - 1855
5. Raden Tumenggung Danukusuma 1855 - 1878
6. Raden Tumenggung Djojowinoto 1878 -
7. Raden Tumenggung Djojodipuro 1878 -
8. Raden Tumenggung Surjokusumo -
9. Raden Tumenggung Mangunyudo 1899 - 1913
10. K.R.T. Purbadiningrat 1913 - 1918
11. K.R.T. Dirdjokusumo 1918 – 1943
12. K.R.T. Djojodiningrat 1943 – 1947
13. K.R.T. Tirtadiningrat 1947 - 1951
14. K.R.T. Purwaningrat 1951 – 1955
15. K.R.T. Partaningrat 1955 - 1958
16. K.R.T. Wiraningrat 1958
17. K.R.T. Setyosudono 1958 – 1960
18. K.R.T. Sosrodiningrat 1960 – 1969
19. K.R.T. Prodjohardjono (Pejabat) 1969 – 1970
20. R. Sutomo Mangkusasmito, SH. 1970 – 1980
21. Suherman Partosaputro 1980 – 1985
22. K.R.T. Suryo Padmo Hadiningrat ( Moerwanto Suprapto) 1986 – 1991
23. K.R.T. Yudadiningrat (Sri Roso Sudarmo) 1991 – 1998
24. Drs. H. Kismosukirdo (PJ) 1998 – 1999
25. Drs. HM. Idham Samawi 1999 – 2004
26. Drs. Mujono NA , Desember 2004 - Januari 2005 (ALM)
27. Drs. HM. Idham Samawi 2005 - 2006 (Terpilih kembali melalui PILKADA langsung 2005)


Berikut ada beberapa foto tentang Kabupaten Bantul :





Cerita Menarik :)

Source :

http://bantulkab.go.id/pemerintahan/sejarah.html
http://bantulkab.go.id/pemerintahan/daftar_bupati.html

Sunday, December 8, 2013

Sejarah Berdirinya Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah yang aman dan asri

Portal Newer - Cerita kali ini kami ambil dari sejarah berdirinya Kabupaten Gunungkidul. Zaman dahulu Gunungkidul adalah hutan belantara yang sangat lebat, namun daerah ini mulai berpenghuni setelah beberapa para penduduk majapahit melarikan diri ke daerah ini. Daerah itu adalah Pongangan, yang dipimpin oleh R. Dewa Katong saudara raja Brawijaya. Setelah R. Dewa Katong pindah ke desa Katongan 10 km utara Pongangan, puteranya yang bernama R. Suromejo membangun desa Pongangan. Beberapa waktu kemudian, R. Suromejo pindah ke Karangmojo.

Perkembangan penduduk Gunungkidul ini didengar oleh Raja Mataram yaitu Sunan Amangkurat Amral dan beliau menyuruh Ki Tumenggung Prawiropekso dan meyuruh R.Suromejo untuk meminta ijin pada raja mataram karena daerah itu masuk wilayah mataram, namun R.Suromejo tidak mau dan berakhir dengan peperangan yang menewaskan R.Suromejo dan dua puteranya serta menantunya. Salah seorang anak R.Suromejo yaitu Ki Pontjodirjo menyerahkan diri ke mataram dan beliau diangkat menjadi Bupati pertama Gunungkidul oleh pangeran Sambernyawa. Pemerintahan pertama ini beribu kota di Kecamatan Ponjong dan kemudian berganti ke Kecamatan Wonosari saat kepemimpinan Mas Tumenggung Prawirosetiko hingga samapi saat ini pemerintahan kabupaten Gunungkidul berada di wonosari.

Hari jadi Gunungkidul ditetapkan dengan penelitian yang cukup panjang dan akhirnya Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul tahun 1984 baik yang terungkap melalui fakta sejarah, penelitian, pengumpulan data dari tokoh masyarakat, pakar serta daftar kepustakaan yang ada, akhirnya ditetapkan bahwa Kabupaten Gunungkidul dengan Wonosari sebagai pusat pemerintahan lahir pada hari Jumat Legi tanggal 27 Mei 1831 atau 15 Besar Je 1758 dan dikuatkan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gunungkidul No : 70/188.45/6/1985 tentang Penetapan hari, tanggal bulan dan tahun Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ditandatangani oleh bupati saat itu Drs KRT Sosro Hadiningrat tanggal 14 Juni 1985.

Sedangkan secara yuridis, status Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah kabupaten kabupaten yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta dan berkedudukan di Wonosari sebagai ibukota kabupaten, ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan UU no 15 Tahun 1950 jo Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1950 pada saat Gunungkidul dipimpin oleh KRT Labaningrat.

Guna mengabadikan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul dibangun prasasti berupa tugu di makam bupati pertama Mas Tumenggung Pontjodirjo dengan bertuliskan Suryo sangkala dan Condro sangkala berbunyi : NYATA WIGNYA MANGGALANING NATA ” HANYIPTA TUMATANING SWAPROJO” Menuruut Suryo sangkala tahun 1831 dibalik 1381, sedang Condro sangkala 1758 dibalik 8571.

Begitulah cerita sejarah terjadinya Kabupaten Gunungkidul, sangat menarik bukan?? Ayo kita jaga sejarah Ibu Pertiwi kita ini.

Berikut beberapa foto kami :



 



Cerita Menarik :)

source : gunungkidulkab.go.id