Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Tuesday, December 23, 2014

Candi Borobudur Jawa Tengah Merupakan Candi Budha Terbesar di Indonesia

Candi Borobudur Jawa Tengah Merupakan Candi Budha Terbesar di Indonesia


Jawa Tengah - Candi Borobudur Jawa Tengah Merupakan Candi Budha Terbesar di Indonesia - Cerita ini kami ambil dari sebuah tempat yang merupakan salah satu keajaiban dunia yaitu candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah. Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra(sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kamadhatu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu(ranah berwujud) dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudurditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Tuesday, December 2, 2014

Waduk Gajah Mungkur Jawa Tengah Miniatur Laut Pulau Jawa Yang Eksotis

Waduk Gajah Mungkur Miniatur Laut Jawa Tengah


Wonogiri - Waduk Gajah Mungkur Jawa Tengah Miniatur Laut Pulau Jawa Yang Eksotis - Cerita ini kami ambil dari sebuah tempat di daerah Wonogiri, Jawa Tengah. Waduk ini terletak di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur dibuat setelah pembangunan Waduk Gajah Mungkur selesai.
Di tempat ini merupakan tempat yang cukup lengkap, krena ad ataman, waterboom, aneka makanan dan jajanan. Tempat ini merupakan sebuah kebanggaan bahwa taman rekreasi Waduk Gajah Mungkur menjadi satu-satunya taman rekreasi bagi rakyat Wonogiri maupun rakyat diluar Kabupaten Wonogiri.
Di tempat ini anda bisa memancing dengan sepuasnya, Anda juga bisa menyewa perahu untuk menyusuri waduk ini, dengan harga dan variasi yang berbeda-beda tergantung kebutuhan. Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungai  yaitu sungai Bengawan Solo.
Mulai dibangun pada akhir tahun 1970-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk dengan Luas 8800 Ha. Waduk ini juga menghasilkan menghasilkan listrik dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)sebesar 12,4 MegaWatt. Untuk membangun waduk ini pemerintah memindahkan penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi bedol desa ke Sitiung, wilayah Provinsi Sumatera Barat. Apakah anda tertarik dengan tempat ini? Ayo segera datang dan saksikan sendiri.

Monday, November 10, 2014

Sejarah Kota Yogyakarta Yang Terjadi Pada Zaman Perjuangan Republik Indonesia

Sejarah Kota Yogyakarta


Yogyakarta - Sejarah Kota Yogyakarta Yang Terjadi Pada Zaman Perjuangan Republik Indonesia - Cerita kali ini akan kami beritahukan tentang Sejarah Kota Yogyakarta yang mempunyai cerita sangat menarik bagi para pembaca. Kota Yogyakarta berawal dari adanya perjanjian Gianti pada masa zaman perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah yaitu pada tanggal 13 Februari 1755. Perjanjian Giyanti berisi, “Pemecahan kerajaan Mataram menjadi dua wilayah, yaitu Yogyakarta untuk Pangeran Mangkubumi sebagai Sultan Hamengku Buwono I dan Surakarta untuk Pakubuwana III."
Dalam perjanjian itu pula Pengeran Mangkubumi diakui menjadi Raja atas setengah daerah Pedalaman Kerajaan Jawa dengan Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah.
Atas dasar inilah Kerajaan Mataram yang dibagi 2 maka muncul Ngayogyakarta atau Yogyakarta. Setelah selesai Perjanjian Pembagian Daerah itu, Pengeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I segera menetapkan bahwa Daerah Mataram yang ada di dalam kekuasaannya itu diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta (Yogyakarta). Ketetapan ini diumumkan pada tanggal 13 Maret 1755.
Tempat yang dipilih menjadi ibukota dan pusat pemerintahan ini ialah Hutan yang disebut Beringin, dimana telah ada sebuah desa kecil bernama Pachetokan, sedang disana terdapat suatu pesanggrahan dinamai Garjitowati, yang dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II dulu dan namanya kemudian diubah menjadi Ayodya. Setelah penetapan tersebut diatas diumumkan, Sultan Hamengku Buwono segera memerintahkan kepada rakyat membabad hutan tadi untuk didirikan Keraton.
Sebelum Kraton itu jadi, Sultan Hamengku Buwono I berkenan menempati pasanggrahan Ambarketawang daerah Gamping, yang tengah dikerjakan juga. Menempatinya pesanggrahan tersebut resminya pada tanggal 9 Oktober 1755. Dari tempat inilah beliau selalu mengawasi dan mengatur pembangunan kraton yang sedang dikerjakan.
Setahun kemudian Sultan Hamengku Buwono I berkenan memasuki Istana Baru sebagai peresmiannya. Dengan demikian berdirilah Kota Yogyakarta atau dengan nama utuhnya ialah Negari Ngayogyakarta Hadiningrat. Pesanggrahan Ambarketawang ditinggalkan oleh Sultan Hamengku Buwono untuk berpindah menetap di Kraton yang baru. Peresmian terjadi Tanggal 7 Oktober 1756.
Begitulah singkat cerita sejarah Yogyakarta, sangat menarik bukan, maka dari itu mari kita jaga kebudayaan Yogyakarta karena berdirinya daerah in tidaklah mudah dan tidaklah sebentar.

Saturday, November 8, 2014

Taman Budaya Yogyakarta Pusat Seninya Jogja Yang Sangat Menarik

Taman Budaya Yogyakarta Pusat Seninya Jogja


Yogyakarta Taman Budaya Yogyakarta Pusat Seninya Jogja Yang Sangat Menarik - Kali ini kami mau cerita tentang sebuah tempat yang sangat terkenal di kota Yogyakarta yaitu Taman Budaya Yogyakarta (The Window of Yogyakarta). Taman Budaya Yogyakarta awalnya mulai dibangun di daerah Bulaksumur pada tanggal 11 Maret 1977 sebagai sebuah kompleks Pusat Pengembangan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Peresmian pembangunan kompleks seni budaya tersebut dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai Wakil Presiden RI saat itu. Awalnya Taman Budaya Yogyakarta disebut sebagai Purna Budaya yang dibuat sebagai sarana dan prasarana untuk membina, memelihara, dan mengembangkan kebudayaan, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Purna Budaya dibangun dengan dua konsep bangunan, yaitu Pundi Wurya dan Langembara. Pundi Wurya menjadi pusat kesenian dengan berbagai macam fasilitas seperti panggung kesenian, studio tari, perpustakaan, ruang diskusi, dan administrasi. Bagian kedua, yaitu Langembara, menjadi ruang pameran, ruang workshop, kantin, dan juga beberapa guest house.
Pada tahun 1995, rektor UGM meminta Gedung Taman Budaya "Purna Budaya" yang berada di kompleks Bulaksumur, melalui Mendikbud RI dalam surat No. UGM/422/PL/06/IV, untuk kegiatan kemahasiswaan UGM. Akhirnya, gedung seni budaya Taman Budaya Yogyakarta dikembangkan di kawasan cagar budaya Benteng Vredeburg atas kesepakatan Sri Sulta Hamengku Buwana X, BAPPEDA Prop. DIY, DPRD Prop. DIY, Walikota Yogyakarta, dan Dirjen Kebudayaan.
Tak hanya asal, tempat ini juga memiliki berbagai macam misi, seperti :
1. melaksanakan pengembangan dan pengolahan seni budaya
2. melaksanakan laboratorium dan eksperimentasi seni budaya
3. melaksanakan dokumentasi dan informasi seni budaya
4. melaksanakan urusan Tata Usaha dan Tumah Tangga Dinas
5. memfasilitasi kegiatan seni budaya
Proses pengumpulan data dan dokumentasi yang dilakukan oleh Taman Budaya Yogyakarta menjadi cukup penting dan strategis sebagai bahan diskusi dan kajian seni budaya seperti data potensi seni budaya, naskah cerita atau lakon, rekaman profil seniman atau budayawan, rekaman peristiwa seni budaya, serta berbagai koleksi karya seni rupa (lukis, grafis, patung, kriya seni, kerajinan).

Taman Budaya Yogyakarta kemudian memulai babak baru dan menjadikannya sebagai "The Window of Yogyakarta". Situs seni budaya ini pun semakin meruncingkan misi dan visi dalam dunia seni rupa (biennale seni rupa), dunia media rekam (pemutaran film sepanjang tahun), dunia seni pertunjukan (festival teater, ketoprak, dalang, tari, dll), program-program pendidikan (bimbingan dan pelatihan seni untuk anak dan remaja), dan juga penerbitan (profil seniman budayawan, antologi sastra, kritik seni rupa, dll).

Thursday, November 6, 2014

Reog Ponorogo Budaya Asli Indonesia Untuk Di Lestarikan

Reog Ponorogo Budaya Asli Indonesia Untuk Di Lestarikan


YogyakartaReog Ponorogo Budaya Asli Indonesia Untuk Di Lestarikan - Kali ini admin mau cerita tentang Kesenian kita yang dulu pernah di klaim oleh tetangga kita yaitu Reog Ponorogo. Tarian ini sebenarnya berasal Ponorogo, Jawa Timur yang terkenal dengan nama “Reog Ponorogo”. Akan tetapi semakin berkembangnya zaman kesenian ini mulai membumi di seluruh Indonesia, artinya tarian reog ini sudah menyeluruh di seluruh Nusantara dengan berbagai versi dan gerakan baru.
Tarian ini biasanya di gunakan dengan dasar menceritakan sebuah lakon atau cerita masa lalu ataupun hanya digunakan sebagai tarian penghibur saja yang jelas mereka sangat kreatif. Tarian ini umumnya kental dengan aura magisnya yaitu berhubungan dengan makhluk halus yang biasanya muncul apabila para penari sudah mulai kerasukan dan apapun yang ada di depannya atau apa yang dilihat akan dia makan, walaupun itu adalah sebuah kaca seperti gelas.
Tarian ini sangat populer dikalangan penduduk desa karena biasanya tarian ini sebagai penghibur warga saat ada acara-acara daerah tertentu misal acara rasul Rasul (Gunungkidul) yang bertujuan untuk mensyukuri nikmat dan berkah panen yang diberikan oleh-NYA.
Dewasa ini, tarian ini mulai di kompetisikan di Indonesia, mengingat juga Negara tetangga kita pernah meng-klaim bahwa tarian ini adalah miliknya. Sikap pemerintah sangat bagus, karena dengan mengkompetisikan tarian reog ini selain untuk melestarikan budaya bangsa juga untuk membuat para generasi muda untuk mau menjaga kesenian yang sangat menusantara ini.
Dengan demikian tidak akan ada lagi Negara yang mengaku apabila kesenian yang ada di Indonesia ini dapat dipelajari oleh seluruh rakyat Indonesia sehingga tidak hanya satu daerah saja yang memiliki tetapi seluruh nusantara juga memiliki dan mampu untuk menjaga dan melestarikannya bersama-sama.